Sejarah

Pendahuluan

Perkembangan Neurologi di Indonesia dimulai dengan pengembangan neurologi di Jakarta dan Surabaya; sehingga pembahasan mengenai sejarah departemen neurologi FK UNAIR, tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan neurologi di Indonesia pada umumnya. Di awal tahun 1950-an, Ketua Departemen Neurologi di Universitas Indonesia /RSCM (dulu disebut CBZ) adalah Dr. Schaafma. FKUI dibangun tahun 1920, awalnya sebagai School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) dan menjadi Universitas Indonesia di tahun 1950. Pada tahun 1950 Prof.Dr.R.Slamet Iman Santoso, mendirikan Departemen Psikiatri dan Neurologi di Universiteit van Indonesie Jakarta. Dibawah kepimpinan beliau mengirimkan Mahar Mardjono ke Amerika Serikat untuk mempelajari bidang neurologi dan Kusumanto Setionegoro untuk mempelajari dan mendalami bidang Psikiatri Prof Mahar Mardjono merupakan neurology pertama di FKUI. Beliau mempelajari neurologi di Amerika Serikat, yaitu Departement of Neurology, University of California Medical Center , San Francisco dibawah bimbingan Prof. Dr Robert Aird. Pada tahun 1961, pemisahan neurologi dan psikiatri diakui dan diterima oleh FKUI. Sehingga, saat itu berdirilah Departemen Neurologi FKUI yang dipimpin oleh Prof. DR. dr. Mahar Mardjono.

Perkembangan Neurologi di Surabaya

Fakultas Kedokteran Universitas Airalngga dibangun pada tahun 1928; awalnya sebagai Nederland IndischeArtsen School (NIAS) dan menjadi Universitas Airlangga pada tahun 1954. Awal perkembangan Neuropsikiatri di Surabaya tidak terlepas dari nama dr. HRM Soejoenoes, beliau dipindahkan dari Rumah Sakit Jiwa Sumber porong, Lawang, pada tahun 1953 dan ditempatkan di Surabaya dan pertama kali mendapatkan tempat di Rumah Sakit Simpang (Oude Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting [CBZ]) dan hanya mendapatkan satu bangsal. Rumah Sakit Karangmenjangan dibangun karena NIAS membutuhkan RS Pendidikan, karena RS Simpang (Oude CBZ) yang dibangun pada tahun 1930 tidak mampu menampung pasien dan pemasangan tiang pancang pertama Nieuw CBZ (RS Karangmenjangan – RSU dr. Soetomo) pada hari Sabtu 29 Oktober 1938 pukul 08.00.

Pada tahun 1956, Prof. Dr. Heygster, seorang Neuropsikiatri daei Jerman diperbantukan di Bagian Neuropsikiatri di Surabaya, bersama dr. HRM Soejoenoes mengembangkan Departemen . Sayangnya tugas Prof Heygters tidak sampai tuntas, beliau meninggal dunia akibat abses hati.

Pada tahun 1957, dr. HRM. Soejoenoes dikukuhkan sebagai guru besar di bidang Neuropsikiatri menjadi Prof. dr. HRM Soejoenoes dan pada tahun 1961 Bagian Neuropsikiatri RS Simpang pindah di RS dr. Soetomo dan poliklinik Neuropsikiatri ditempatkan di sisi sebelah Barat RS dr. Soetomo (saat ini menjadi GBPT). Sedangkan bangsal Neuropsikatri di tempatkan pada tempat dimana saat ini berada; hanya bangsal sebelah Barat ditempati pasien pasien pria dan bangsal sebelah Timur ditempati pasien-pasien wanita.

Di bawah kepimpinan beliau, Prof. HRM Soejoenoes dikirimkan beberapa staf untuk belajar mendalami neurologi keluar negeri, antara lain:
• dr. Tjan Tiang Ling (dr. B. Chandra) dikirim ke Amerika Serikat
• dr. Kwa Giok Bing (dr. Gunawan Budiarto) ke Amerika Serikat , untuk mendalami permasalahan pemeriksaan laboratorium neurologi.
• dr. Oemijono Moestari (alm.) untuk mendalami masalah neurorehabilitasi
• dr. Oei Tiaw Tjong (dr.Frans Ramadja [alm]) ke Australia untuk mempelajari neuro-pathologi.

Pada waktu itu dibagian neuropsikiatri terdiri dari beberapa unit kerja ; Ruangan Wanita disi sebelah kiri dari pintu masuk (saat ini menjadi ruang jiwa Sejahtera) dan tuang pria disebelah kanan dari pintu masuk (saat ini menjadi ruang Seruni A); Seksi Fisioterapi disebelah dalam dekat taman (saat ini menjadi ruang Tata Usaha Pendidikan Departemen Neurologi ), seksi elektrofisiologi (EEG) dengan alat EEG Grass buata USA ditempatkan di ruang Psikologi saat ini, Poliklinik Sraf dan Jiwa di area IRD saat ini, dan pavilion Saraf dan Jiwa (saat ini menjadi ruangan Seruni B).

Makin berkembangnya kedua disiplin ilmu, pada tahun 1973 Bagian Saraf dan Jiwa dipisah menjadi Bagian Saraf dan Bagian Jiwa.

Bagian Ilmu Penyakit Saraf dipimpin oleh dr. Benyamin Chandra, sedangkan Bagian Psikiatri dipimpin oleh dr.Triman Prasadio.

Dr. Benyamin Chandra, sesudah lulus spesialis di bidang neuropsikiatri dalam tempo enam bulan mendapatkan gelar doktor dengan thesisnya mengenai kaitan Winiwater Burger disease dan stroke.

Pada tahun 1978 Dr. dr. B. Chandra dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Ilmu Penyakit Saraf, sayangnya beberapa staf senior di bagian ilmu Penyakit Saraf karena suasana politik sekitar tahun 1970-an pindah kerja ke Negeri Belanda antara lain: dr. Kho King Hay (supervisor Saraf A), dr. Liem Gwan Liong, dr. Yap Tjwan Hoo ( dr. Sugeng Darmadipura).

Perkembangan selanjutnya Seksi Fisioterapi bagian Ilmu Penyakit Saraf pada tahun 1976 menjadi Unit Rehabilitasi Medis, di bawah pimpinan dr. Oemijono Moestari dengan dibantu seorang dokter umum, dr. Liem Sie Giok, akan tetapi masih tetap berada di lingkungan neuropsikiatri. Kemudian Seksi Fisiterapi ini dikembangkan menjadi Instalasi Rehabiliatsi Medik dan mendapatkan tempat di bagian depan RSUD Dr.Soetomo, dengan dipimpin dr. Oemijono Moestari, dibantu dr. Liem Sie Giok dan salah seorang PPDSp pada saat itu ,dr. Bayu Santoso, yang sebetulnua hanya kurang tiga bulan untuk mendapatkan gelarnya di bidang Neurologi
Bagiam Neurologi, terus berkembang pada era tersebut, pimpina tetap ditangan Prof. B.Chandra dengan dibantu oleh dr. Troeboes Poerwadi yang merangkap sebagai KPS Ilmu Penyakit Saraf.

Seksi Neurofisiologi Klinik pada waktu itu hanya mempunyai satu alat EEG kuno dan untuk mendapatkan kettasnya harus mencari di pabrik kettas Leces; ruang EEG dipindahkan dari ruangan awal keruang bekasa seksi fisioterapi, sesudah seksi ini pindak ke depan menjadi Unit/Instalasi Rehabiliatsi Medik.

Dengan pembangunan poliklinik RSUD Dr.Soetomo didepan Poliklinik Saraf mendapatkan tempat dilantai III

Stroke Unit , saat ini dinamakan ruang Seruni , merupakan ‘hibah’ dari seksi menular bagian ilmu kesehatan anak, sesudah seksi ini mendapatkan tempat baru. Hibah tersebut pada era Prof. Dikman Angsar menjadi Direktur dengan wakilnya dr. Abdus Syukur Sp.Bu (saat ini sudah dikukuhkan sebagai Profesor). Adapun ‘pembentukkan’ unit stroke ini diawali dengan kunjungan kerja ke Jogyakarta untuk melihat stroke unit di RS Bethesda Yogyakarta. Kunjungan dengan anggota dr. H. Syaiful Islam, dr. Arifin Sp.Bs, ibu Siti Rochani (paramedic departemen neurologi, seorang dari unit rehabilitasi medik dan dr. Troeboes Poerwadi),

DAFTAR KETUA DEPARTEMEN NEUROLOGY :
1. Prof. Dr. B. Chandra, dr., SpS(K). Tahun 1973 – 1996.
2. Prof. Dr. Aboe Amar Joesoef, dr., Sp.S(K). Tahun 1996 – 2007.
3. Prof. Dr. Moh. Hasan Machfoed, dr., SpS(K). Tahun 2008 – 2010.
4. Wijoto, dr., Sp.S(K). Tahun 2011 – 2015.
5. Muhammad Hamdan, dr., Sp.S(K) Tahun 2016 – 2020.